Saya cukup suka disimbah lampu, terus bersorot ke mana kaki aku tuju atas pentas. Ya, siapapun memang sukakan perhatian, tapi perhatian yang datang dengan cara dan dipersembah di jalan yang molek. Biar sebelum ke Padang, akal dimandi dengan seribu onar tidak elok; saya membayangkan itu, ini. Syukur perjalanan pergi dan pulang yang baik baik saja. Membiar diri berkelana sendiri ke tanah orang. Aku memang perlukan pengalaman, untuk mendewasakan. Apalagi di suatu waktu, Fadhli (kenalan ditemukan oleh SN Kemala) membawa aku berkenal dengan Tante Aida, Tante Siti si pakar bedah hebat lalu dikenalkan aku dengan King Churchill; seorang pengusaha terkenal di Padang, yang kata Tante Sastri, dia sebentar lagi akan buka King Hospital di Padang. Wah! Luar Biasa.
'Minangkabau menggores langit,
Hijau hijau mendatari tanah sengit,
Air Mata Pengantin eksotis dijamu sarap,
Lereng rumah di kaki gunung Siti Nurbaya,
Hempas ombak garang di tapi lauik,
Hon dan seniman teraduk di tengah jalan raya,
Pekat bahasa memewahkan budaya;
Itu Padang...'
6 Julai 2012 - Kota Padang, Indonesia.
Memang banyak cerita dibawa aku dari Padang, yang difikir akan dikaryakan (InsyaAllah kalau punya masa)
Tiba dari Padang yang belum kebas hati dengan rasa hebat, aku sibuk sibuk semula dengan acara besar di Audi, Dewan Bahasa Pustaka, 17 Julai jam 10 pagi - untuk persembahan akustik X-klusif KERIS MAS : SASTERAWAN NEGARA EMAS TEMPAWAN yang bakal membariskan pendeklamator hebat. Saya mengundang semuanya termasuk tenaga pengajar dan badan pendidikan di sekitar Kuala Lumpur (diluar dialukan juga) untuk menghidupkan suasana di auditorium unggul.
Maklumat lanjut : 019 255 0599
0 Reply to "Padang Menggamit."
Leave a Comment